Oh, hai!🙋
Ini tulisan pertama gue. Gue memutuskan untuk menulis secara online untuk menuangkan semua yang ada di kepala gue. So, gue perkirakan di antara kalian pasti ada yang baca alamat blog gue "li.lin be.ra.sa" yang artinya lilin yang mempunyai rasa. Mungkin ada juga yang membacanya "li.lin ber.asa" yang artinya lilin yang memiliki asa atau harapan. Terserah kalian, guys. Hidup ini punya banyak rasa dan harapan.🌞
Bicara tentang hidup, menurut gue hidup itu kayak jungkat-jungkit. Itu lho, mainan yang suka ada di Taman Kanak-Kanak. Masih nggak ingat? Oke, ini gambarnya.
jungkat-jungkit
sumber: https://mbahdaur.blogspot.com/2012/06/ayoo-bermain-jungkat-jungkit.html
Kalau main ini, kita akan bahagia jika kita berada di atas dan akan sedih jika berada di posisi bawah--mengartikan bahwa kita juga punya berat badan yang lebih berat dibandingkan teman kita. Selain itu, akan terasa sangat bosan bukan jika jungkat-jungkit tersebut seimbang alias kita (yang bermain) berada di tengah? Yap, begitulah hidup versi gue.
Coba deh, kita posisikan diri untuk jadi kedua pemain jungkat-jungkit.
Pertama, gue akan memposisikan diri sebagai orang yang lebih berat. Logikanya, kalau gue gak berusaha gue gak akan bisa mencapai posisi atas. Gue bisa gunakan kaki gue, misal: mendorong kaki gue dengan seluruh tenaga ke arah tanah. Gue juga bisa mengombinasikan anggota tubuh gue, misal: mengangkat sedikit pantat gue dan sedikit berjinjit.
Kedua, gue coba berimajinasi menjadi si ringan. Jujur, berada terus di atas terus menerus membuat gue bosan. Gue juga pengen ada di bawah karena muka sobat gue terlihat murung (lihat gambar). Jadi, gue juga harus memberikan dia kesempatan untuk senang, bukan?
Simpulannya adalah kita harus berusaha, gimana pun caranya kita gak boleh sedih. Hidup memang begitu, terkadang kita harus berada di bawah untuk bisa merasakan bagaimana indahnya kalau kita berada di posisi atas. Saat di atas pun kita gak boleh lupa sama orang yang udah bikin kita naik. Jangan pernah menyesal karena pernah hidup. Karena hidup cuma sekali.

Komentar