Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Karena Cinta

  "Gue heran, kenapa ya gue gak nafsu makan kalau di kosan?" tanyaku kepada Kuning yang sedang makan nasi dengan ayam balado. Entah sudah berapa ayam yang ia santap hari ini. "Ah, itu mah karena lo gak punya duit aja kali? Kalau punya duit semua makanan juga dibeli sama lo," jawabnya sambil menyeringai, ada cabai terselip diantara giginya yang rapi. Ah, benar juga si Kuning. Aku tidak menyangkal pertanyaan sekaligus pernyataan Kuning, lalu Kuning bertanya, "Eh, Mer, emang lo kalau di rumah makan berapa kali? Itu badan tambun bener," tanya Kuning sekaligus meledek aku. Si Kuning ini memang kalau bicara sangat jujur. Mungkin faktor lingkungan asalnya, pikirku. "Lima kali minimal, hahaha," tawaku renyah sambil bersiap untuk mendengar tanggapan Kuning yang jujur berikutnya. "Wah, gila lo ya. Banyak banget! Kok bisa, sih, makan banyak banget gitu?" tanya Kuning. Lalu, pikiranku melayang...      Iya, aku memang sering sekali makan jika di...

Jangan Menyesal Pernah Hidup

Oh, hai!🙋 Ini tulisan pertama gue. Gue memutuskan untuk menulis secara online untuk menuangkan semua yang ada di kepala gue. So , gue perkirakan di antara kalian pasti ada yang baca alamat blog gue "li.lin be.ra.sa" yang artinya lilin yang mempunyai rasa. Mungkin ada juga yang membacanya "li.lin ber.asa" yang artinya lilin yang memiliki asa atau harapan. Terserah kalian, guys . Hidup ini punya banyak rasa dan harapan.🌞 Bicara tentang hidup, menurut gue hidup itu kayak jungkat-jungkit. Itu lho , mainan yang suka ada di Taman Kanak-Kanak. Masih nggak ingat? Oke, ini gambarnya. jungkat-jungkit sumber: https://mbahdaur.blogspot.com/2012/06/ayoo-bermain-jungkat-jungkit.html Kalau main ini, kita akan bahagia jika kita berada di atas dan akan sedih jika berada di posisi bawah--mengartikan bahwa kita juga punya berat badan yang lebih berat dibandingkan teman kita. Selain itu, akan terasa sangat bosan bukan jika jungkat-jungkit tersebut seimbang ...