Akhir-akhir ini gue merasa ingin dan perlu mengusir sejenak orang-orang yang membuat gue tidak bersemangat. Iya, zaman sekarang banyak banget orang-orang yang kurang menghargai kegiatan-kegiatan temannya yang sebenarnya orang-orang ini kurang (bahkan tidak) tahu latar belakang temannya ini melakukan hal tersebut.
Kenapa gue mau melakukan hal tersebut? Karena orang-orang ini muncul di sekitar gue. Ketika orang-orang di sekitar gue menyebarkan energi negatif otomatis gue akan menyerap energi negatif itu secara tidak sengaja, bahkan tidak sadar. Energi negatif ini yang membuat gue tidak bersemangat.
Nah, energi negatif yang gue maksud ini apa, sih?
Gue jelasin energi negatif menurut gue, ya.
Energi negatif menurut gue adalah perasaan negatif yang ditimbulkan setelah berinteraksi dengan orang lain. Perasaan ini akhirnya menentukan mood kita dan menentukan kualitas kita dalam berkegiatan. Satu di antara banyak hal yang menularkan energi negatif adalah terlalu sering mengeluh tanpa melakukan sesuatu untuk penyelesaiannya. Hal ini menurut gue akan menularkan energi negatif karena kita yang mendengarnya akan jadi bingung sekaligus kesal. Bingung karena tidak tahu harus merespon apa dan kesal dengan orang yang mengeluh saja tanpa melakukan sesuatu. Eh, tapi, apa hanya gue yang merasakan hal ini? Hahaha.
Selain itu, ada hal yang paling gue hindari, yaitu julit. Hmm, julit ini sudah tersebar luas pengertiannya. Tapi, menurut gue julit ini maksudnya adalah nyinyir ngomongin orang yang tidak ada hubungannya dengan kita. Apalagi, ngomonginnya yang jelek-jeleknya aja. Duh! Serius, deh, ini berdampak besar terhadap perasaan kita. Menurut gue julit ini adalah hal yang membawa energi paling negatif dalam hidup gue.
Kenapa? Karena udah banyak, lho, teman kita yang cerita tentang orang lain yang tidak kita kenal, tapi langsung mengatakan hal-hal buruk dan memengaruhi impresi pertama terhadap orang tersebut. Bahkan, ada orang-orang yang bilang tidak suka dengan seseorang hanya karena melihat dari gayanya, entah gaya bicara atau bahasa tubuhnya–subjektif sekali, ya?
Nah, setelah memengaruhi impresi pertama kita terhadap seseorang, hal ini akan memengaruhi hubungan kita dengan orang tersebut. Oke, kita balik lagi ke gue, ya. Kalau gue pernah mengalami ini dan mengingatnya saja gue mau menghujat diri sendiri. Gue pernah diceritain kalau si X orangnya belagu. Hebatnya adalah gue percaya karena dia–yang cerita tentang X–adalah teman gue. Tahu kenapa si X dicap belagu? Hanya karena cara berjalannya. Saat berjalan X suka sekali memainkan rambutnya. Wow. Ini memengaruhi ketika gue berhadapan langsung dengan X sebagai rekan kerja. Jujur, gue langsung mau ganti rekan kalau bisa–ternyata tidak bisa. Padahal, itu kali pertama gue berhadapan dan berkomunikasi dengan X dan yak! Gue merasa jadi orang paling jahat sedunia karena sudah membenci orang sebelum kenal karena X adalah manusia yang sopan, cui~
Jadi, julit ini sangat memengaruhi energi positif yang selama ini gue miliki menjadi negatif dalam beberapa menit saja. Sama halnya dengan rasa kesal yang timbul karena keluhan orang lain.
Ayo kita sebarkan energi positif mulai saat ini dengan tidak menyebarkan energi negatif!
Oke, iya, ini closing statement tersampah.
Komentar